Halaman Blog Kang Asep Sule

Mempersiapkan Diri Menyambut Bulan Suci Romadhon


Romadhon adalah bulan mulia, bulan penuh berkah, bulan penuh hikmah, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh dengan beribu keutamaan.
Agar lebih khusu' dan afdhol dalam menjalani ibadah di bulan Romadhon, seyogyanya setiap muslim mempersiapkan diri dalam menghadapi bulan Romadhon yang datang satu tahun sekali dan merupakan bulan suci bagi umat Islam tersebut. 


Berikut beberapa hal yang harus dipersiapkan setiap muslim dalam menghadapi bulan suci Romadhon.


- Niat

Niat merupakan awal dari segala aktifitas yang dilakukan. Setiap amal perbuatan, ditentukan oleh niatnya. Dalam hadits disebutkan : 
”Sesungguhnya amal-amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi tiap-tiap orang apa yang diniatinya". ( HR Bukhari). 
Setiap muslim hendaklah berniat menyambut bulan suci Romadhon dengan penuh kegembiraan karena Romadhon bulan yang penuh rahmat, sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:
“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus ayat 58)

- Memperbanyak Ibadah

Hendaklah memperbanyak ibadah dalam menyambut bulan suci Romadhon agar setiap muslim terbiasa untuk terus beribadah hingga Romadhon tiba, saat Romadhon, hingga Romadhon berakhir, dan setelah Romadhon usai.
Khusus di bulan Romadhon, Allah SWT melipat gandakan pahala amalan ibadah setiap muslim. Dengan demikian, maka hendaknya kesempatan ini jangan disia-siakan.

-Memperbanyak Do'a

Berdo'a bukan hanya setiap ada masalah dan ingin mendapatkan sesuatu saja. Berdo'a adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
Malik RA. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, 
”Allahumma baariklana fii rojab wa sya’ban, wa ballighna romadhon.” 
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan." (HR. Ahmad dan Tabrani)

-Membersihkan diri

Persiapan menyambut Romadhon bukan hanya dari segi rohani.  Segi jasmani juga perlu dipersiapkan. Jadi, kedua unsur tubuh tersebut (jasmani dan rohani) harus benar-benar siap menghadapi Romadhon.
Persiapan rohani atau ruhiyah diantaranya dapat dilakukan dengan cara tazkiyatun nafs/membersihkan hati dari penyakit-penyakit dalam jiwanya sehingga hati nurani akan bersih dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu ibadah di bulan Ramadhan nantinya.
“Dan beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya” (Asy-Syams:9)
Persiapan jasmani tentunya berhubungan dengan fisik tubuh. Hendaklah bersihkan badan secara menyeluruh dan detail seperti membersihkan kuku, dan lain-lain.

-Mempersiapan Ilmu Tentang Romadhon

Ibadah di bulan Romdhon akan lebih maksimal jika kita mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya yang dapat membekali kita untuk menjalani ibadah di bulan tersebut dengan lebih baik dan lebih berkualitas sehingga bisa menjalani setiap ibadah dengan khusuk dan afdhol.


Posted by: Kang Asep Sule, at 20.03

1 komentar:

Poskan Komentar