Tips Saat Menghadapi Wawancara Kerja


Berikut ini ada tips saat menghadapi wawancara pekerjaan yang saya kumpulkan dari berbagai referensi maupun dari pengalaman pribadi. Tips menghadapi wawancara ini sangat berguna bagi para pencari kerja, baik yang sudah bekerja dan ingin pindah tempat  kerja maupun bagi para pencari kerja yang masih belum mendapat pekerjaan alias ngangur…

Wawancara biasanya adalah tahap ketiga dalam proses penerimaan tenaga kerja di suatu perusahaan. Umumnya, urutan proses penerimaan kerja adalah mengirim lamaran kerja, psikotes dan tes kemampuan, setelah lulus kedua hal itu baru melakukan wawancara. Jadi, wawancara adalah tahap terakhir dalam proses penerimaan kerja sebelum seseorang diterima kerja. Pada pengalaman saya, sebelum mulai masuk kerja, biasanya ada medical check up (test kesehatan) untuk memastikan pekerja sehat jasmani maupun rohani.

Terlepas dari urutan/tahapan proses penerimaan kerja, intinya Anda sebagai pencari kerja jangan dulu berbangga hati (tapi tetap optimis ya) setelah lulus tes psikotes maupun tes kemampuan, masih ada satu tahap lagi yaitu wawancara yang bila Anda tidak berhati-hati maka gagal sudah impian untuk bekerja di perusahaan yang Anda impi-impikan.

Berikut tips saat menghadapi wawancara kerja:

  • Jangan sampai Anda tidak tahu lokasi tempat wawancara, cari informasi selengkap-lengkapnya bila Anda belum mengetahui tempat wawancara. Bila Anda menggunakan kendaraan umum, catat rute-rute kendaraan yang menuju tempat wawancara. Bila menggunakan kendaraan pribadi, ada baiknya Anda mengajak/diantar teman yang tahu lokasi wawancara.
  • Gunakan pakaian sesuai dengan yang diminta oleh yang akan mewawancarai Anda. Bila tidak diberitahu jenis pakaian yang harus dikenakan, gunakan pakaian formal, bersih, dan rapi.
  • Siapkan diri Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang biasanya diajukan pewawancara saat wawancara kerja. Buat juga jawaban-jawaban dari pertanyaan kemungkinan muncul tersebut supaya Anda laebih siap nantinya.
  • Jangan jadi orang Indonesia kebanyakan yang suka “jam karet”. Datanglah minimal sepuluh menit lebih awal. Jika memang Anda terpaksa terlambat karena ada hambatan dijalan misalnya kemacetan karena kecelakaan, demo, dan lain sebagainya segera informasikan ke pihak perusahaan / pewawancara yang biasanya pihak HRD.
  • Bersikap ramah dan senyum sapa security perusahaan yang Anda temui di pintu gerbang perusahaan.
  • Bila ada resepsionis dan meminta Anda mengisi buku tamu, isilah dengan lengkap dan rapi data diri Anda.
  • Masuk ke ruang wawancara, ucapkan salam (selamat pagi/siang) ke pewawancara. Jabat tangan pewawancara dengan erat (tapi jangan terlalu erat) maksudnya menunjukkan Anda adalah pribadi yang kuat dan tidak loyo.
  • Sebelum dipersilahkan duduk, jangan dulu duduk walaupun sudah disediakan kursi didepan Anda. Tetap berdiri tegak sampai pewawancara mempersilahkan Anda duduk.
  • Walaupun pewawancara sudah memiliki surat lamaran dan CV Anda, sebaiknya Anda juga membawa salinan surat lamaran dan CV yang pernah Anda kirimkan sebelumnya.
  • Bila pewawancara menyebutkan namanya, ingat baik-baik nama pewawancara tersebut.
  • Jangan terpengaruh hal-hal diluar wawancara, tetap fokus pada pertanyaan yang diajukan pewawancara sambil melakukan kontak mata dengan pewawancara.
  • Perlihatkan bahwa Anda sangat menginginkan pekerjaan yang Anda lamar.
  • Saat menjawab pertanyaan, gunakan bahasa formal. Jangan gunakan bahasa gaul ataupun bahasa sehari-hari Anda dengan teman.
  • Tunjukkan hal-hal positif dari diri Anda, katakan bila Anda pernah mendapat penghargaan atas sesuatu hal yang ada hubungannya dengan pekerjaan yang Anda lamar.
  • Tetap optimis agar Anda bisa meumbuhkan rasa percaya diri bahwa Anda pasti diterima walaupun hasilnya bukan Anda yang menentukan.
  • Sebutkan hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk perusahaan seandainya Anda diterima kerja, jangan sebaliknya.
  • Bicara dengan suara cukup keras agar terdengar jelas dan gunakan nada suara meyakinkan (jangan terbata-bata/gugup)
  • Jawab pertanyaan pewawancara dengan jawaban yang jelas dan rinci.
  • Bila ada waktu, ajukan beberapa pertanyaan berbobot kepada pewawancara tentang pekerjaan yang Anda lamar dan juga pertanyaan seputar perusahaan secara umum.
  • Selesai wawancara, bila belum jelas keadaan Anda maka tanyakan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.
  • Terakhir, jangan lupa ucapkan terima kasih kepada semua pewawancara karena telah memberikan waktu dan kesempatan kepada Anda.

Demikian tips saat wawancara kerja sebagai referensi bagi Anda yang sedang siap-siap menghadapi wawancara di perusahaan yang Anda lamar. Mudah-mudahan tips wawancara kerja ini berguna dan tentunya Anda diterima di perusahaan dengan posisi / jabatan yang Anda inginkan.


2 komentar:

hasannuh mengatakan...

Ada yang lupa nih kang asep...

bawa duit yang banyak buat jalan dan jajan, makan siang, siapa tahu wawancaranya di undur setelah makan siang... kan berapa pas wawancara sakit perut :D

Asep Sulaeman mengatakan...

wah, betul juga tuh kang! Makasih tambahannya. Tapi kalo urusan makan, kalo lagi bokek (kan pengangguran) mending nimbel aja. Ha hay

Posting Komentar